PRESS RELEASE NO 1/POLINT/VIII/2009
Jakarta, 27 Agustus 2009 - “Dalam merumuskan reformasi bidang keamanan, penting sekali sebelumnya menyepakati pemahaman akan berbagai istilah yang digunakan yang pada gilirannya dapat mempengaruhi pengertian bidang tugas dan kewenangan antar lembaga pelaksananya.” Hal ini disampaikan oleh Agus Widjojo dalam acara diskusi mengenai “Pertahanan dan Keamanan Dalam Negeri” yang diselenggarakan oleh Strategic Asia Indonesia pada Kamis, 27 Agustus 2009 di Graha Mandiri. Agus Widjojo yang juga merupakan salah satu Direktur Strategic Asia ini menjelaskan, dewasa ini konsep keamanan jauh lebih luas makna dan cakupannya, sebagaimana tercermin dalam konsep keamanan manusia (human security).
Hadir juga sebagai pembicara May.Jend (purn) Sudradjat (Dubes RI untuk Cina), Prof. Dr. Irjen Pol (purn) Farouk Muhammad (mantan Rektor PTIK) dan Andi Widjajanto, dosen FISIP UI. Dari ulasan pembicara, diskusi mencoba mengidentifikasi situasi saat ini yang berkaitan dengan keamanan dan pertahanan dengan sebagai dasar merumuskan rekomendasi yang dapat memperkaya kebijakan pemerintahan yang akan datang. Beberapa isu yang diangkat adalah: apa saja ancaman-ancaman utama yang timbul, antara lain ketegangan dengan negara tetangga, terorisme, kejahatan trans-nasional, separatisme (pemberontakan domestik); respon Indonesia menghadapi masalah-masalah tersebut dan khususnya pada era demokrasi; dan posisi Indonesia dalam memainkan peran lebih besar dalam mempromosikan perdamaian dunia.
Acara ini merupakan bagian dari seri diskusi The Strategic Asia Policy Interchange yang kali ini mangambil tajuk “Tantangan Kebijakan Bagi Pemerintahan Baru” yang mengupas berbagai masalah yang akan menjadi tantangan,bagi pemerintahan baru, termasuk dalam bidang keamanan. Seri diskusi ini akan membahas juga tantangan dari aspek ekonomi, sosial, politik, lingkungan hidup, globalisasi dan kebijakan luar negeri. Setiap diskusi didisain untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang masalah yang diangkat dan secara kolektif mencoba memberikan rekomendasi kebijakan ke depan sebagai masukan bagi pemerintahan baru.
Strategic Asia adalah sebuah perusahaan jasa konsultan swasta dengan sebuah visi mempromosikan posisi Asia sebagai kekuatan global pada abad ke-21. Managing Director Strategic Asia, Satish Mishra, mengatakan bahwa di Asia umumnya, kalangan swasta kurang terlibat dalam perumusan kebijakan khususnya yang mempunyai cakupan lintas bidang dan berjangka panjang. Kehadiran Strategic Asia dimaksudkan untuk mengisi kekosongan tersebut.
Jasa yang disediakan perusahaan konsultan ini antara lain berupa analisis kebijakan strategis, perumusan strategi nasional baik untuk pemerintah, kalangan bisnis dan politik - sehingga para kliennya lebih mampu dalam mengelola berbagai perubahan sistemik yang muncul baik di kawasan Asia maupun global—termasuk berbagai ketidakpastian dan gejolak yang menyertainya. Perusahaan yang didirikan pada penghujung 2006 ini dipelopori oleh Satish Mishra (Managing Director), Adrianus Mooy (Director), Marzuki Darusman (Director), Agus Widjojo (Director), Prabowo (Director) dan Noke Kiroyan (Director).